Sub B. Perkakas untuk Melindungi Data dan Informasi
Mungkin, hampir setiap hari, kita selalu mendengar adanya pelanggaran keamanan dan serangan dunia maya. Hal itu mungkin terjadi karena banyak kerentanan yang ada pada sistem kita. Bab ini akan membahas tentang perkakas yang dapat melindungi data dan informasi kita di internet sehingga lebih aman. Strategi perlindungan data yang efektif lebih dari sekadar melindungi data. Strategi ini juga mereplikasi dan memulihkan data jika terjadi kehilangan atau kerusakan.
1. Enkripsi, enkripsi adalah alat keamanan yang sangat berharga untuk pengamanan data pada komunikasi data di jaringan komputer/internet. Data tersebut disandikan sedemikian rupa sehingga, dengan maksud agar tidak dapat dibaca sebelum dikembalikan ke bentuk aslinya (di-decrypt). 2. Antivirus, merebaknya malware atau virus menyebabkan pengguna merasa terganggu kenyamanannya ketika bekerja dengan komputer dan takut ketika bertransaksi di internet. Beberapa alat dan perangkat lunak telah tersedia untuk membantu pengguna melindungi peranti dan file dari gangguan virus
3. Aplikasi Terpercaya, jika telah memiliki sertifikat digital, aplikasi apa pun yang dibuat oleh pengembang akan memiliki sertifikat digital yang menempel. Seperti Apple, Microsoft, atau Google. 4. Alat Otentikasi, Otentikasi dilakukan untuk memastikan dan mengonfirmasi bahwa suatu objek adalah otentik atau asli. Otentikasi dapat diterapkan pada beberapa objek, seperti situs web, user, surel, dokumen, dll. Alat Otentikasi terbagi menjadi beberapa bagian.
A. Otentikasi Web, situs web dapat diotentikasi bahwa situs tersebut adalah otentik. Browser web, search engine, dan perangkat lunak tambahan (add-on) telah dapat membantu memfilter situs web yang dianggap otentik dan aman. B.Otentikasi Pengguna, otentikasi pengguna umumnya menggunakan username dan password. C. Biometrik, biometrik adalah karakteristik biologis yang unik bagi seorang individu. Termasuk di dalamnya ialah sidik jari, pola suara, struktur wajah, geometri tangan, pola mata (iris atau retina), dan DNA. D. Otentikasi Multifaktor, otentikasi pengguna dengan menggunakan kata sandi dan pemindaian biometrik, saat ini cukup memadai. Namun, dengan banyaknya usaha untuk meretas, muncul otentikasi dengan metode lain. Metode lain tersebut disebut otentikasi multifaktor.
Comments
Post a Comment